Memotret dan Memetakan Mutu Sekolah melalui Asesmen Nasional
- Senin, 29 Agustus 2022
- ITC - SMAN 1 KINTAMANI
- 0 komentar
Pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) di SMAN 1 Kintamani berlangsung Senin, 29 sampai Selasa, 30 Agustus 2022. Hari pertama (29 Agustus 2022, red) yang diujikan adalah literasi dan survey karakter. Sementara pada hari kedua (30 Agustus 2022, red) siswa memperoleh bidang survey lingkungan belajar dan numerasi. Siswa yang mengikuti asesmen nasional ini adalah kelas XI yang dipilih secara sampling (acak) oleh Kemdikbud. Menurut ketua tim proktor SMAN 1 Kintamani, Ari Purbawa, S. Kom. Pihaknya telah mempersiapkan pelaksanaan Asesmen Nasional ini dengan melaksanakan simulasi dan gladi. Simulasi Asesmen Nasional di SMAN 1 Kintamani dilaksanakan selama dua hari (8-9 Agustus 2022, red) dan pelaksanaan gladi juga selama dua hari (22-23 Agustus 2022, red). Secara teknis, pihaknya telah mempersiapkannya dengan baik sehingga diharapkan tidak ada kendala pada saat pelaksanaan Asesmen Nasional di SMAN 1 Kintamani.
Pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) ini tidak menggantikan peran UN dalam mengevaluasi prestasi atau hasil belajar murid secara individual, melainkan Asesmen Nasional menggantikan peran UN sebagai sumber informasi untuk memetakan dan mengevaluasi mutu sistem pendidikan. Asesmen Nasional, hanya diikuti sebagian murid (dipilih sampling oleh Kemdikbud, red), karena tidak digunakan untuk menentukan kelulusan ataupun menilai prestasi murid sebagai seorang individu. Asesmen Nasional merupakan cara untuk memotret dan memetakan mutu sekolah dan sistem pendidikan secara keseluruhan. Karena itu, tidak semua murid perlu menjadi peserta dalam Asesmen Nasional.

Hasil Asesmen Nasional diharapkan menjadi dasar dilakukannya perbaikan pembelajaran. Pemilihan jenjang kelas XI untuk tingkat SMA dimaksudkan agar murid yang menjadi peserta Asesmen Nasional dapat merasakan perbaikan pembelajaran ketika mereka masih berada di satuan pendidikan tersebut. Hasil asesmen nasional ini nantinya tertuang pada rapor pendidikan menggambarkan mutu pendidikan tingkat satuan pendidikan dan wilayah, yang kemudian digunakan sebagai dasar untuk perbaikan proses pembelajaran dan usaha perbaikan ekosistem pendidikan. (Kontributor @Eka_Adheyana)